Bogor, Sains Indonesia – “Sebanyak 24 dari 51 taman nasional di Indonesia, hampir separuhnya, terancam berkembangnya spesies asing yang mendominasi (invasif), flora maupun fauna. Sementara penanganan dan pencegahannya masih jalan di tempat.”

Demikian disampaikan Kepala Balitbang dan Inovasi Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan(KLHK) Henry Bastaman dalam seminar Pengelolaan Jenis Asing Invasif di Indonesia, di Bogor (1/6).

Henry menyayangkan hingga kini terdapat aneka jenis flora-fauna invasif tumbuh cepat dan mudah masuk dari luar negeri tanpa melewati uji risiko lingkungan. Salah satu penyebabnya, menurut Henry, adalah ketiadaan sistem analisis risiko sebagai clearing house masuknya flora dan fauna asing, baik untuk koleksi maupun budidaya. Di sisi lain, pemerintah juga masih berlindung di balik ketiadaan payung hukum larangan masuk spesies invasif asing. Jika hal ini terus berlanjut, keanekaragaman hayati ekosistem akan semakin rusak akibat musibah ekologi.

Di TN Baluran di Banyuwangi yang menjadi habitat banteng dan ekosistem sabana misalnya, kini sebagian wilayahnya dipadati tanaman Acacia nilotica. Padahal medio 1970-an, pohon asal Australia itu dijadikan pembatas dan pagar api, namun kemudian meluas dan mengganggu luasan rumput pakan banteng. Tanaman ini bahkan menginvasi 50-70% sabana yang tumbuh 100-200 hektare per tahun.

Ada pula di TN Gunung Gede Pangrango, kini aneka tumbuhan endemis di sana mulai terancam Eupatorium sordidum dan Passiflora edulis. Fenomena ini adalah gangguan serius. Karenanya, aturan pengelolaan dan pencegahan jenis asing invasif yang mengganggu keseimbangan ekosistem hutan maupun perairan harus segera ditetapkan dan dilaksanakan.

Henry mengatakan, KLHK sejak 2012 –saat masih Kementerian Lingkungan Hidup– telah mengumpulkan 300-an jenis asing invasif yang didominasi flora. Data KLHK, Kementerian Pertanian (Kementan), serta Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) itu hingga kini belum ditetapkan dalam peraturan menteri. Ia berharap peraturan tentang daftar jenis asing invasif yang dilarang masuk bisa diterbitkan tahun ini.

Faris Sabilar Rusydi

Bundel Majalah SAINS Indonesia

 

 

 

Jumlah Pengunjung

Today 20

Yesterday 28

Week 276

Month 1269

All 539513

Currently are 12 guests and no members online

Kubik-Rubik Joomla! Extensions