Supermoon Terakhir di Tahun 2017

Created on Monday, 04 December 2017

Ukuran bulan tujuh persen lebih besar dan 16 persen lebih terang dari biasanya. Jarak bulan ke Bumi berada pada titik terdekat (perigee). 

Bogor, Sains Indonesia - Malam yang indah dan cerah. Begitu kondisi langit pada tengah malam tadi hingga menjelang shubuh. Ukuran bulan pun tampak lebih besar dari purnama-purnama sebelumnya. Sinarnya pun jauh lebih terang.

Itulah fenomena Supermoon yang bisa disaksikan dalam hitungan jam. Ukuran bulan memang tujuh persen lebih besar dan 16 persen lebih terang dari biasanya. Fenomena tersebut merupakan yang pertama sekaligus terakhir yang bisa dilihat pada tahun 2017 ini.

Orbit bulan yang mengelilingi bumi sendiri bukan berupa lingkaran, melainkan bentuk oval. Artinya, jarak bulan ke bumi bervariasi, kadang mencapai titik terdekat (perigee) dan kali lain berada di titik terjauh (apogee).

Menurut peneliti Badan Meteori, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Rukman Nugraha, Supermoon pada (3/12/2017) kemarin dimulai sekitar pukul 22.46 WIB, dimana bulan berada pada fase purnama. Dan hari Senin ini (4/12/2017) sekitar pukul 15.45 WIB, jarak bulan terhadap bumi berada pada posisi paling dekat, yakni 357.492 kilometer.

“Kedua kondisi ini, yaitu fase purnama saat bulan di perigee (titik orbit bulan yang paling  dekat dengan bumi), dikenal sebagai Purnama perigee atau Supermoon,” beber Rukman.

Kepala Lembaga Penerbangan dan Antariksa Thomas Djamaluddin mengatakan, fenomena Supermoon sendiri akan menambah gaya pasang surut bulan yang berdampak pasang maksimal pada air laut. Bila ditambah dengan gelombang tinggi akibat cuaca buruk, potensi gelombang pasang (rob) lebih jauh ke daratan.

“Bukan berarti tinggi gelombang akan naik sangat signifikan, tetapi kewaspadaan perlu ditingkatkan. Gelombang pasang berpotensi masuk lebih jauh ke daratan. Jadi daerah pantai perlu waspada,” kata Thomas

Supermoon kali ini agak istimewa karena terjadi pada "musim" siklon tropis. Prakiraan BMKG, saat ini masih terdapat siklon tropis Dahlia di wilayah selatan Jawa Timur.

Berdasarkan analisis BMKG Senin (4/12/2017) ini pukul 01.00 WIB, siklon tropis Dahlia membuat gelombang laut dengan ketinggian 2,5-4 meter di sejumlah kawasan, antara lain di perairan selatan Banten hinga Jawa Barat, perairan selatan Jawa Tengah hingga Jawa Timur, perairan selatan Bali hingga Lombok. Kemudian, gelombang laut dengan ketinggian 4-6 meter terjadi di Samudra Hindia selatan Jawa Tengah hingga Jawa Timur.

Setia Lesmana

Copyright 2012. Majalah SAINS Indonesia