Wow, 25% Masyarakat Indonesia Terkena Hipertensi

Created on Saturday, 13 January 2018

 

Jakarta, Sains Indonesia - Menteri Kesehatan Nila Moeloek menyatakan, sekitar 25 persen atau seperempat masyarakat di Indonesia terjangkit hipertensi. Hipertensi ialah suatu kondisi di mana tekanan darah terhadap arteri terlalu tinggi atau meningkat.

Berdasarkan data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) pada tahun 2013, penderita hipertensi masyarakat di atas usia 18 tahun mencapai 25,8 persen dari jumlah keseluruhan penduduk Indonesia. Dari angka tersebut, penderita hipretensi perempuan lebih banyak 6 persen dibanding laki-laki.

Penyebab hipertensi seringkali tidak diketahui. Menurut ahli penyakit dalam dari Bogor Medical Centre, Ardaya menyebut, sekitar 1 dari setiap 20 kasus hipertensi adalah efek dari kondisi atau pengobatan. Ada pula penyebab lain seperti penyakit ginjal kronis.

Hal ini dapat menyebabkan tekanan darah tinggi karena ginjal tidak menyaring cairan. Kelebihan cairan ini dapat menyebabkan hipertensi. Di luar penyebab umum itu, ada juga faktor gaya hidup yang turut mempengaruhi. Misalnya, kurang aktivitas fisik, konsumsi banyak garam dan makanan olahan, kurang konsumsi potassium, konsumsi alkohol dan tembakau, serta stres.

Terkait gejala, penderita hipertensi cenderung hampir tak merasakan gejala apapun. Namun, beberapa di antaranya tekanan darah tinggi dapat menyebabkan Anda berkeringat, gelisah, dan mengalami masalah tidur. Sakit kepala dan mimisan, juga menjadi pertanda masalah tekanan darah Anda yang tinggi sudah parah.

Jika hipertensi didiamkan maka dapat menyebabkan komplikasi melalui aterosklerosis, di mana pembentukan plak menyebabkan penyempitan pembuluh darah. Hal ini membuat hipertensi memburuk, karena jantung harus memompa lebih keras untuk mengantarkan darah ke tubuh.

Dengan demikian, hipertensi bisa menyebabkan Anda terjangkit penyakit kardiovaskuler seperti gagal jantung, aneurisma, gagal ginjal, hingga retinopati hipertensi di mata, yang bisa menyebabkan kebutaan.

Oleh sebab itu, Kementerian Kesehatan menekankan gerakan masyarakat hidup sehat dengan tiga hal utama yakni melakukan aktivitas fisik rutin, makan makanan sehat dengan buah dan sayur, serta cek kesehatan secara berkala. Apalagi, diagnosa hipertensi harus melalui tes tekanan darah secara teratur.

Setia Lesmana

Copyright 2012. Majalah SAINS Indonesia