Teknologi Tabela Super Tingkatkan Penghasilan Petani

Created on Monday, 09 April 2018

Teknologi tanam padi Tabela Super mampu meningkatkan produktivitas sebesar 22% dan menurunkan biaya produksi sebesar 30%. Jika dipadukan dengan sistem Jarwo Super produktivitasnya 46,7% lebih tinggi, biaya produksi lebih rendah 43,7% dan meningkatkan pendapatan petani hingga 76,6%.

 

Bogor, Sains Indonesia - Sistem tanam benih langsung (Tabela) yang dikombinasikan dengan sistem tanam jajar legowo (Jarwo Super) diklaim bisa memperluas areal tanam dan meningkatkan indeks pertanaman (IP). Teknologi yang diberinama Tabela Super itu bukan hanya cocok diterapkan di lahan beririgasi teknis, namun juga di lahan sawah tadah hujan dan lahan kering.

Masa tanam hingga panen yang lebih singkat membuat penanaman di lahan marjinal pun, di beberapa daerah, bisa di dua kali setahun atau IP 200 dengan pola padi-palawija-padi. Hal itu disampaikan Prof Dr Ir Sahardi, MS dalam orasi pengukuhannya menjadi Profesor Riset di Komplek Pertanian Cimanggu, Bogor, Jawa Barat, Senin (9/4/2018).

“Ini menjadi harapan baru perluasan lahan padi sekaligus peningkatan produktivitas, sehingga peningkatan produksi padi bisa ditingkatkan secara berkelanjutan,” ujar peneliti utama Badan Litbang Pertanian itu.

Sahardi pun menyebutkan sejumlah keunggulan sistem tanam Tabula Super. Selain umur panen lebih cepat 10 – 15 hari, penanaman pun mudah dan praktis, hemat biaya, hemat tenaga, dan hemat benih. Benih yang digunakan hanya 25 – 35 kg/ha. Dari sisi usaha tani, Tabela Super lebih efisien sehingga biaya produksi lebih murah dan keuntungan petani pun lebih besar.

“Dengan hasil panen lebih banyak dan biaya lebih murah, maka cara ini menjanjikan kesejahteraan lebih baik bagi petani,” tegas Sahardi.

Tabela super, lanjut doktor lulusan Institut Pertanian Bogor (IPB) itu, mampu meningkatkan produktivitas sebesar 22% dan efisiensi biaya sebesar 30%.  Sementara itu hasil ujicoba Tabela Super Jarwo Super di Sulawesi Selatan, produktivitasnya 46,7% lebih tinggi dibanding cara tradisional, sementara biaya produksi lebih rendah 43,7%.  Kombinasi keduanya meningkatkan pendapatan petani hingga 76,6%.

Hanya saja, petani harus telaten merawat tanaman padi dari serangan hama tikus, keong mas, maupun burung. Benih yang disebar langsung, sangat rawan diserbu hama-hama tersebut, pungkas Sahardi.

Setia Lesmana

Copyright 2012. Majalah SAINS Indonesia