Memproduksi Minyak Goreng Dari Ulat Jerman

Created on Thursday, 02 November 2017
Ulat Jerman mengandung minyak dengan kadar lemak dan kolesterol rendah, sehingga lebih sehat. Biaya produksi sangat murah sehingga memberi peluang bagi masyarakat menengah-bawah berwira usaha dengan modal dan risiko rendah.

 

Ribuan ulat berwarna coklat terang nampak bergerombol di dalam sebuah kotak kayu.  Tanpa ragu, Muhammad Ifdhol mengambil seekor ulat dan memakannya mentah-mentah. Ifdhol mengungkapkan, ulat tersebut rasanya lezat dan tidak beracun.

Ifdhol adalah Mahasiswa Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Brawijaya Malang yang bersama teman-temanya mengembangkan inovasi baru, mengolah ulat Jerman menjadi minyak goreng.

Tingginya kandungan minyak pada ulat Jerman mendorong Ifdhol dan kawan-kawan untuk meneliti apakah jenis ulat ini bisa menghasilkan minyak yang bisa dikonsumsi. Hasilnya mereka menemukan kandungan lemak dalam ulat Jerman jauh lebih sehat karena lemaknya rendah dan mengandung omega tiga tinggi, juga rendah kolesterol. Sehingga sangat cocok dijadikan bahan baku minyak goreng. 

 

Artikel selengkapnya dapat Anda baca di Majalah Sains Indonesia Edisi 71 Oktober 2017

Copyright 2012. Majalah SAINS Indonesia