Menjaga Tanah Air, Dari Mustang Sampai Super Tucano

Created on Friday, 11 May 2012

Pesawat Tempur Taktis A-29 Super Tucano, buatan Embraer, Brasil, a.l. dilengkapi 4 senapan mesin, akan memperkuat TNI-AU, mulai tahun 2012.

Ketika ada nama A-29 Super Tucano terselip dalam daftar pesawat tempur yang akan memperkuat TNI-AU, tentu orang berpikir: ”Lho, kok Indonesia mau beli pesawat tempur yang pakai kitiran, kuno?”
Kita kerap lupa bahwa justru pesawat-pesawat tempur taktis berbaling-baling seperti inilah yang paling berjasa di Nusantara, sejak Indonesia memiliki Angkatan Udara, pada tahun 1946.  Memang muncul berita menghebohkan tentang pesawat jet tempur F-16 Fighting Falcon TNI-AU “adu kuat” dengan pesawat-pesawat tempur F-15 Eagle AU AS di atas Perairan Bawean, tahun 2003.


Atau ada Shukoi SU-30 TNI-AU memaksa turun pesawat VIP Falcon-900 milik Pemerintah Papua New Guinea pada 2011. Namun sebenarnya, pesawat-pesawat tempur TNI-AU yang paling kenyang terlibat dalam operasi tempur militer, justru pesawat tempur taktis berbaling-baling ini.
Begitu Belanda menyerahkan kedaulatan kepada Pemerintah Indonesia (1949), maka seluruh arsenal AU Belanda di Indonesia diserahkan kepada negara yang baru merdeka tadi, termasuk 60 pesawat tempur Taktis P-51 Mustang, yang dikenal sebagai “Si Cocor Merah”.   Inilah modal awal pesawat tempur Angkatan Udara Republik Indonesia (AURI).  


Pesawat tempur kampiun Perang Dunia II ini menjadi tulang punggung AURI pada berbagai operasi militer, antara lain Operasi Tegas Penumpasan PRRI di Sumatera (1955) dan Operasi Sapta Marga (1958) di Medan. Di samping itu,  40 pesawat P-51 Mustang dikerahkan dalam Operasi 17 Agustus (1958) di Padang dan Pekanbaru, serta Operasi Merdeka di Manado (1958).  
Kehadiran P-51 Mustang adalah memberikan bantuan tembakan udara kepada pasukan-pasukan di darat. Ia mampu meningkatkan semangat juang dan kebalikannya, bisa menciutkan nyali lawan.  


Bahkan saat Operasi Penumpasan Pemberontakan Permesta di Sulawesi (1958), Cocor Merah yang dipiloti Kapten Ign. Dewanto berhasil menembak jatuh pesawat Pembom B-26 AUREV yang dipiloti  Allan Pope, pilot bayaran, warga negara AS.   Saat Operasi Trikora Pembebasan Irian Barat berlangsung (1962), 7 pesawat P-51 Mustang AURI disiagakan di Ambon guna menyerbu Biak saat Operasi Jayawijaya digelar, yang direncanakan pada 12 Agustus 1962.  Namun  operasi ini dibatalkan lantaran tercapai kesepakatan damai antara Indonesia dan Belanda di PBB.

Menjadi Andalan
Di tengah kondisi pesawat-pesawat eks Blok Timur yang kehabisan suku cadang pada akhir dekade 1960-an, maka P-51 Mustang masih tetap menjadi andalan TNI-AU.  Pada awal 1970-an, didatangkan suku cadang Pesawat Mustang dari AS, sisa-sisa Perang Dunia II sehingga mampu memperpanjang umurnya sampai tahun 1975.

Artikel selengkapnya bisa anda baca di Majalah SAINS Indonesia Edisi 04

Copyright 2012. Majalah SAINS Indonesia