Indonesia Kaya Potensi Bencana

Created on Friday, 12 January 2018
Selain kaya sumber daya alam, Indonesia juga kaya potensi bencana. Dari Sabang hingga Merauke, tidak ada tempat yang “aman” dari bencana. 

 

Secara geografis wilayah Indonesia terletak di jalur gempa paling aktif di dunia. Negeri dengan gugusan ribuan pulau ini, ada dalam lingkaran Cincin Api atau Ring of Fire. Karena, menjadi lokasi tumbukan tiga lempeng teknonik utama, yakni Lempeng Indo-Australia di sebelah selatan, Lempeng Pasifik di sebelah timur, dan Lempeng Euroasia di sebelah utara. Selain itu, ada pula Lempeng Laut Filipina. Dengan kondisi ini, Indonesia rawan mengalami gempa bumi, tsunami, dan letusan gunung api. 

Untuk tsunami, survei United Nations International Strategy for Disaster Reduction (UNISDR) bahkan menempatkan Indonesia dalam urutan pertama dari 265 negara yang paling rawan. Ancaman tsunami di wilayah Indonesia bahkan jauh lebih besar ketimbang Jepang. Dari panjang garis pantai total 54.716 km, sekitar 30.963 km atau 57% memiliki potensi diterjang gelombang laut dahsyat itu. Diperkirakan, lebih dari 5,4 juta penduduk Indonesia berpotensi terkena dampak tsunami. Kepulauan Maluku merupakan daerah dengan ancaman paling tinggi. 

Tsunami, yang berasal dari bahasa Jepang tsu (pelabuhan) dan nami (gelombang), adalah ombak atau gelombang besar yang terjadi setelah gempa bumi, letusan gunung api, atau jatuhnya meteor di laut. Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho mengatakan, hampir semua kejadian tsunami yang terjadi di dunia, dipicu oleh gempa bumi. Kekuatan gempa ini umumnya di atas 7 skala Richter (SR) dan berpusat di kedalaman laut (lebih dari 100 km).   

Artikel selengkapnya dapat Anda baca di Majalah Sains Indonesia Edisi 73 Januari 2018

 

Copyright 2012. Majalah SAINS Indonesia