Layanan Publik Menanti Sentuhan Revolusi Industri 4.0

Created on Thursday, 05 April 2018
Kualitas pelayanan publik bisa ditingkatkan dengan memanfaatkan platform industri 4.0. Digitalisasi sistem pelayanan publik bisa mempercepat pelayanan.

 

Salah satu hal yang sangat memerlukan sentuhan revolusi industri 4.0 menurut Guru Besar Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Indonesia, Rhenald Kasali adalah layanan publik di berbagai bidang. Ia menyontohkan lamanya antrean di rumah sakit, terutama pasien yang menggunakan layanan Badan Penyelenggaran Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan.

Mengapa rumah sakit tidak menyediakan kartu pasien yang didalamnya terdapat chip yang memuat data pasien, riwayat kesehatan pasien, maupun data lainnya yang diperlukan.

Digitalisasi sistem pendaftaran pasien tentunya akan menghemat waktu dan tenaga baik bagi pasien maupun petugas rumah sakit. Dalam hal pelayanan BPJS misalnya, pasien harus mengantre sejak fasilitas kesehatan (Fakses) tingkat I. Apalagi penggunaan Faskes tingkat I tidak fleksibel. Seseorang yang Faskesnya terdaftar di Jakarta, ketika dia sakit di Sukabumi misalnya, dia tidak bisa menggunakan Fakses tingkat di sana. Padahal sistem online bisa mengatasi kerumitan semacam itu.

Memang sejumlah layanan publik sudah mulai menuju ke sistem digital meski jauh dari sempurna. Sebut saja pembuatan pasport, tilang kendaraan, pelayanan Samsat, dan pajak yang bisa dilakukan secara online. Sejumlah kampus juga mulai menerapkan pendafataran kartu rencana studi (KRS) dan pelayanan administrasi secara online. Meski belum sempurna, namun upaya tersebut sudah banyak menghemat waktu dan biaya.

 

Industri 4.0 di Kampus

Menurut Anggota Dewan Riset Nasional, Haryono, Universitas Bina Nusantara bisa menjadi contoh penerapan industri 4.0 di bidang pendidikan. Dosen yang mengajar di Binus bisa mengenal profil setiap mahasiswa melalui informasi yang tersedia di layar komputer yang ada di mejanya. Selesai mengajar, setiap dosen bisa membuat catatan ringkas mengenai perkuliahan hari itu termasuk penugasan yang diberikan.

 

Artikel selengkapnya dapat Anda baca di

Majalah Sains Indonesia Edisi 76 April 2018

Copyright 2012. Majalah SAINS Indonesia