Nama Nurtanio Untuk N-219

Created on Thursday, 11 January 2018
Memperingati Hari Pahlawan 10 November 2017, Presiden Jokowi meresmikan nama Pesawat  Terbang N-219 NURTANIO produksi PT Dirgantara Indonesia sebagai penghormatan kepada Tokoh Penerbangan Nasional, Laksamana Muda Udara Nurtanio Pronggoadisuryo. 

 

Hari Pahlawan 10 November 2017 menjadi spesial untuk penggerak dunia penerbangan tanah air.  Di Pangkalan Udara Utama TNI AU Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Presiden Jokowi mengabadikan nama perintis industri penerbangan Indonesia, Laksamana Muda Udara Anumerta Nurtanio Pringgoadisuryo untuk pesawat terbang terbaru buatan PT Dirgantara Indonesia yang terbang perdana pada 16 Agustus 2017, dengan nama N-219 NURTANIO.

Adalah Opsir Muda Udara II Nurtanio, bersama rekan-rekannya, yang pada tahun 1946, hanya setahun setelah Indonesia merdeka, membentuk Biro Rencana dan Konstruksi Pesawat di Pangkalan Udara Maospati-Madiun. Lembaga awal konstruksi pesawat itu kemudian pindah ke Pangkalan Udara Andir di Bandung, yang saat ini telah menjelma menjadi kawasan PT Dirgantara Indonesia.

Dari bengkel di Andir-Bandung inilah Nurtanio, bersama rekan-rekannya, membangun dan menerbangkan pesawat pertama buatan sendiri, all-metal, yaitu NU-200 SIKUMBANG pada tahun 1954, yang dirancang sebagai pesawat anti-gerilya (counter-insurgency) dilengkapi senapan mesin kaliber 12,7 mm. Kemudian muncul pesawat NU-35 KUNANG yang terbang perdana tahun 1958, disusul oleh NU-90 BELALANG pada tahun 1959 sebagai pesawat latih. Semua pesawat karya Nurtanio selalu memiliki kode huruf NU di depan nomor pesawat.

 

Artikel selengkapnya dapat Anda baca di Majalah Sains Indonesia Edisi 73 Januari 2018

Copyright 2012. Majalah SAINS Indonesia