Balitbangtan Gelar Kerja Sama Atasi Susut Panen di ASEAN

Created on Thursday, 02 November 2017
Angka susut panen di Asia Tenggara masih tinggi. Komoditas padi misalnya kehilangan saat panen mencapai 10-37 %, produk segar hortikultura dan perikanan 20-50 %, dan komoditas biji-bijian 10 persen.

 

Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan) Kementerian Pertanian mendorong penguatan kerja sama regional di Asia Tenggara (ASEAN) dalam upaya memperkecil angka susut panen hasil pertanian. Kerja sama dilakukan melalui proyek ASEAN Technical Working group on Agricultural Research and Development (ATWARD) dengan misi utama peningkatan kapasitas negara-negara ASEAN dalam mengurangi susut panen.

Demikian disampaikan peneliti Balai Besar Pascapanen Balitbangtan, Evi Safitri belum lama ini. Sebagai langkah awal, dibentuk tim survei untuk mengidentifikasi fakta utama dan prioritas intervensi, memperkuat pendekatan wilayah secara sistematis dan berkelanjutan. Sehingga dihasilkan rekomendasi dan kebijakan tepat menyusutkan angka kehilangan panen.

Tiga negara yakni Indonesia, Thailand, dan Vietnam akan menjadi rujukan bersama terkait pengembangan teknologi penurun angka susut panen, baik saat panen maupun kehilangan dalam rantai pasok. Indonesia untuk komoditas bawang misalnya, kemudian Thailand untuk buah-buahan, dan Vietnam untuk padi.

Artikel selengkapnya dapat Anda baca di Majalah Sains Indonesia Edisi 71 Oktober 2017

 

Copyright 2012. Majalah SAINS Indonesia