Diversifikasi Pangan Dari Sosialisasi Ke Rencana Aksi

Created on Thursday, 02 November 2017
Program diversifikasi merupakan salah satu upaya untuk mengurangi ketergantungan terhadap beras dan terigu. Namun, pengganti beras dan terigu tersebut harus bersumber dari komoditas lokal bernutrisi dan aman untuk dikonsumsi.

 

Kementerian Pertanian mencanangkan program diversifikasi pangan mulai 2018 mendatang. Diversifikasi pangan, tidak lagi bergerak di tataran sosialisasi atau hanya sebuah gerakan, namun harus diwujudkan melalui serangkaian rencana aksi atau program nyata.

Kepala Badan Ketahanan Pangan (BKP), Agung Hendriadi mengatakan, inovasi dan teknologi yang dikembangkan Badan Litbang Pertanian sudah banyak. Saat ini mulai sekarang didorong menjadi industri berbasis pangan lokal, yang tidak hanya menghasilkan pangan alternatif selain beras, naum juga menjadi multiflier effect pertumbuhan ekonomi rakyat.

“Kami akan mulai di 16 provinsi. Sumber pangan lokal potensial dikembangkan minimal hingga ke level industri skala kecil dan menengah,” kata Agung usai acara talkshow diversifikasi pangan di Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian, Selasa (24/10).

Ke-16 provinsi tersebut memiliki potensi pangan lokal sehingga mudah dikenal oleh masyarakat. Dengan begitu, komoditas lokal tersebut akan kembali diangkat menjadi pangan pokok. Contohnya Nusa Tenggara Timur dengan jagung dan wilayah timur dengan komoditas sagu.

 

Artikel selengkapnya dapat Anda baca di Majalah Sains Indonesia Edisi 71 Oktober 2017

 

Copyright 2012. Majalah SAINS Indonesia