Enzim Penyibak Paradoks Metan Lautan

Created on Friday, 12 January 2018
Tim Massachusetts Institute of Technology (MIT) telah menemukan struktur enzim penghasil precursor metana pada mikroba laut. Temuan ini dapat menjelaskan rahasia paradoks  metana di lautan, sekaligus menjelaskan ihwal pemanasan global.

 

Berbagai aktivitas industri dan pertanian menghasilkan sejumlah besar metana. Salah satu gas rumah kaca (GRK) yang berkontribusi terhadap pemanasan global. Banyak bakteri juga menghasilkan metana sebagai produk sampingan dari metabolisme mereka. Secara alami, sejumlah metana berasal dari lautan. Ini fenomena yang telah lama membingungkan para ilmuwan karena tidak ada organisme penghasil metana yang tinggal dekat permukaan laut.

Sebuah tim peneliti dari MIT dan University of Illinois di Urbana-Champaign telah membuat sebuah penemuan yang dapat membantu menjawab ihwal paradoks metana lautan ini. Pertama, mereka mengidentifikasi struktur enzim yang dapat menghasilkan senyawa antara –biasa dikenal sebagai precursor—yang kelak diubah menjadi metana. Kedua, mereka menggunakan informasi tersebut untuk menunjukkan bahwa enzim ini ada pada beberapa mikroba laut yang paling melimpah. Mereka percaya bahwa senyawa ini kemungkinan menjadi sumber gas metana dilepaskan ke atmosfer di atas lautan.

Metana hasil laut menghasilkan sekitar 4 persen dari total GRK yang dibuang ke atmosfer. Pemahaman yang lebih baik dari mana asal metana ini dipercaya dapat membantu ilmuwan memperhitungkan perannya dalam perubahan iklim. Demikian tesis peneliti MIIT.

Artikel selengkapnya dapat Anda baca di Majalah Sains Indonesia Edisi 73 Januari 2018

Copyright 2012. Majalah SAINS Indonesia