AI Berpotensi Hancurkan Peradaban

Created on Thursday, 08 February 2018
Dunia perlu waspada menggunakan 
artificial intelligence (AI). Fisikawan  Stephen Hawking telah memperingatkan bahwa kecerdasan buatan (AI) berpotensi menghancurkan peradaban. Bahkan, bisa menjadi sumber bencana terburuk bagi kemanusiaan. 

 

Berbicara dalam sebuah konferensi teknologi di Lisbon, Portugal, 17 Novemver 2017, Hawking mengatakan bahwa umat manusia harus menemukan cara untuk mengendalikan komputer, terutama yang berbasis IT. “Komputer bisa, secara teori, meniru kecerdasan manusia, dan melampaui itu,” katanya.

“Keberhasilan dalam menciptakan AI yang efektif, bisa menjadi peristiwa terbesar dalam sejarah peradaban kita. Lombatan kemajuan mungkin akan tercapai. Tetapi, yang sebaliknya juga bisa terjadi. Kita tidak dapat memastikan apakah AI akan membantu manusia menyelesaikan persoalannya secara tak terbatas, atau manusia justru dapat terabaikan, tersaingi, atau malah dihancurkan olehnya. “

Hawking mengatakan, sementara AI memiliki potensi untuk mentransformasi masyarakat menuju hal-hal positif. Seperti bisa digunakan untuk meningkatkan produktivitas, memberi nilai tambah, dan mengatasi masalah penyakit. Pada saat yang sama, juga ada risiko besar. ‘’Masyarakat harus siap menghadapi kemungkinan terburuk,’’ tegasnya.

“AI bisa menjadi peristiwa terburuk dalam sejarah peradaban kita. Ini berpotensi membawa bahaya, seperti senjata cerdas otonom nan berbahaya, atau menjadi sarana baru bagi sedikit orang untuk menindas banyak orang. Bila dibiarkan, jelas, ini bisa membawa gangguan besar pada ekonomi kita, “katanya.

Ini bukan pertama kalinya Hawking memperingatkan tentang bahaya AI. Dalam sebuah wawancara dengan Wired, fisikawan Universitas Cambridge mengatakan, suatu hari nanti AI bisa mencapai tingkat kritis, di mana ia dapat mengungguli manusia dan menjadi “bentuk kehidupan baru”.

 

 

Artikel selengkapnya dapat Anda baca di

Majalah Sains Indonesia Edisi 74 Februari 2018

Copyright 2012. Majalah SAINS Indonesia