Bijak Bermedsos di Tahun Politik

Created on Friday, 02 February 2018
Medsos memudahkan berinteraksi sosial. Dengan paradigma positif itu, banyak manfaat medsos mulai dari menyalurkan simpati dan empati bagi orang lain hingga menjadi sarana belajar kehidupan.

 

Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi belum lama ini mengingatkan pegawai negeri sipil (PNS) atau aparatur sipil negara (ASN) untuk menjaga netralitas sebagai abdi negara. Cakupannya termasuk anggota TNI/ Polri. Mereka dilarang melibatkan diri dalam mengambil keputusan saat kampanye, memasang spanduk, dan ikut serta dalam aksi tindakan kampanye.

Dalam praktiknya, ASN tak boleh foto bersama kandidat dan mem-posting-nya di media sosial (medsos). Pelanggarnya akan ditindak sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Hukuman disiplinnya sedang sampai berat, dan tidak mengenal adanya hukuman yang ringan. Untuk itu, Kementerian PANRB akan melakukan monitoring dan evaluasi secara intensif.

Menteri Komunikasi dan Informartika, Ruadiantara pun mewanti-wanti ASN agar bijak dalam bermedsos dan menyadari betapa media sosial berpengaruh besar terhadap gaya hidup masyarakat. Lebih dari 132 juta populasi Indonesia atau sekitar 51 persen dari total populasi Indonesia terhubung satu dengan yang lainnya melalui dunia maya dengan berbagai perangkat digital. 

Sayangnya saat ini kekuatan media sosial dimanfaatkan oleh sekelompok orang untuk memproduksi konten-konten yang dapat memecah belah persatuan, ujaran-ujaran kebencian, bahkan digunakan sebagai ladang profit bagi para produsen hoax. Oleh karena itu, Rudiantara mengajak ASN untuk peduli dengan media sosial sebagai media interaksi dan komunikasi dan aktif mengampanyekan gerakan #BijakBersosmed yang dicanangkan pemerintah. 

Praktisi dan Konsultan Medsos, Konten dan Media Digital, Boy Hamidi mengatakan, medsos sejatinya sisi hidup kekinian yang harus dimaknai secara positif  oleh siapapun penggunanya termasuk ASN. Kalau paradigmanya positif, medsos juga akan memberikan dampak positif buat penggunanya.

 

Artikel selengkapnya dapat Anda baca di

Majalah Sains Indonesia Edisi 74 Februari 2018

Copyright 2012. Majalah SAINS Indonesia