Indonesia Poros Maritim Dunia

Created on Friday, 06 March 2015

Judul Buku

:

Indonesia
Poros Maritim Dunia

Penulis

:

Indroyono Soesilo

Tahun Terbit

:

Januari 2015

Ukuran

:

17 x 25 cm

Harga

:

Rp. 200.000

Tebal Buku

:

340 Halaman

 

 

Dengan disahkannya United Nations Convention on Law of The Seas (UNCLOS) 1982 atau dikenal Hukum Laut Internasional, maka luas laut Indonesia beserta Zona Ekonomi Eksklusif Indonesia (ZEEI) menjadi 5,1 juta km2. Seluruh perairan dalam Nusantara adalah wilayah laut teritorial NKRI.

Kapal asing memang masih boleh lewat, namun hanya melalui jalur ALKI I, ALKI II, dan ALKI III. Berlayar di luar ALKI tanpa izin berarti melanggar kedaulatan RI dan harus berhadapan dengan kapal-kapal perang TNI AL yang terdiri dari kapal perang atas air dan  bawah air (kapal selam).

Saat ini Indonesia menuju kemandirian pembangunan kapal-kapal perang modern. Tak hanya itu, kekuatan senjata peluru kendali yang semakin modern juga dijejalkan ke dalam kapal-kapal perang TNI AL.

Pada 13 Oktober 2012 misalnya, berhasil diuji coba rudal yakhont dari kapal perang KRI Oswald Siahaan 354 di Laut Sulawesi. Uji coba berlangsung sukses, yakhont mampu menghantam sasaran pada jarak 300 kilometer

Fakta menunjukkan, sejak Perang Dunia II hingga sekarang, kapal selam menjadi satu-satunya  senjata  bawah  air yang mematikan dan paling sulit dideteksi. Ia dijuluki The Silent Killer. Karena itulah Indonesia berambisi  memperkuat  14 – 18 buah kapal  selam.  Tiga kapal  selam  baru  Kelas  Changbogo buatan Korea  Selatan, bekerja sama dengan PT. PAL Surabaya, diharapkan akan mulai hadir mengawal perairan Nusantara pada tahun 2016.  

Kehadiran kapal-kapal penjaga laut Indonesia yang canggih tersebut dapat menjadi  penopang terwujudnya Indonesia sebagai poros maritim dunia. Dengan persenjataan yang mumpuni tadi maka kita akan mampu mengawal seluruh perairan laut RI.

 

Copyright 2012. Majalah SAINS Indonesia