Lapan Jalin Kerja Sama Kembangkan Citra Resolusi Tinggi

Created on Tuesday, 26 July 2016
  Jakarta, Sains Indonesia – Lapan terus menjalin kerja sama dalam pengadaan citra satelit resolusi tinggi. Langkah ini dilakukan berhubungan dengan kebutuhan akan pengadaan citra penginderaan jauh yang kian mendesak dan keterbatasan sumber daya maupun anggaran.

“Permintaan citra satelit resolusi tinggi dari pemerintah daerah sangat banyak, sedangkan anggaran Lapan sangat terbatas. Untuk itu, perlu adanya kerja sama dengan instansi-instansi terkait agar pemanfaatan sumber dana maupun sumber daya bisa dimanfaatkan secara optimal dan efisien,” papar Kepala Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan), Thomas Djamaluddin beberapa waktu lalu di Bogor.
Di samping itu, Lapan melakukan kebijakan satu pintu dalam memberikan pelayanan data citra satelit penginderaan jauh. Tahun depan, Lapan menargetkan terjalinnya kerja sama dengan 16 provinsi. “Saat ini sudah 13 provinsi yang bekerja sama dengan Lapan. Layanan tersebut diberikan secara online dengan penyajian lebih cepat dan efisien,” jelas Thomas menambahkan. 
Citra satelit penginderaan jauh resolusi tinggi tersebut, ungkap Thomas, dapat digunakan untuk pembuatan peta dasar wilayah Indonesia dengan skala besar 1:5.000, pemetaan wilayah perbatasan, penyusunan Rencana Detail Tata Ruang (RDTR), serta kawasan strategis nasional dan pariwisata. 
Hingga saat ini Lapan telah mengadakan citra satelit resolusi tinggi untuk berbagai keperluan. Data tersebut diambil dari satelit Worldview, Geoeye, Pleiades, dan Spot 6/7, dengan total data sepanjang 2013- 2015 yaitu 998.218 km2, serta total luas daratan sekitar 1.890.599.4543 km2. “Angka ini sudah mencakup 50 % dari sebaran data dari Sabang sampai Merauke,” ungkap Deputi Bidang Penginderaan Jauh, Dr. Orbita Roswintiarti.
Sementara untuk tahun ini, Lapan telah melayani 7.304 data untuk kementerian dan lembaga (K/L), 5.100 data untuk pemerintah daerah, dan 20 data untuk TNI/Polri. Kedepannya, Lapan akan mengembangkan sistem penerimaan citra satelit resolusi tinggi secara langsung (Direct Receiving system). Hal ini dapat memberikan manfaat lebih besar dan biayanya juga sangat murah jika dibandingkan dengan menggunakan sistem penerimaan citra satelit terbuka saat ini.
Faris Sabilar Rusydi

Copyright 2012. Majalah SAINS Indonesia