Bintang Kembar di Konstelasi Epsilon Lupi

Ontario, Sains Indonesia -- Dua bintang besar dengan medan magnet ditemukan dalam sistem biner Epsilon Lupi. Objek unik ini berlokasi di bagian selatan konstelasi Lupus. Penemunya Matt Shlutz, mahasiswa PhD Universitas Queen Ontario, Kanada.


Hasil observasi di tiga observatorium penting –Kanada, Prancis, Hawai – itu menjadi titik terang para astronom yang telah lama mengetahui Epsilon Lupi sebagai sistem biner.

Scitech Daily melaporkan, Shlutz menemukan sepasang bintang itu berjarak 500 tahun cahaya. Masing-masing memiliki 7-8 kali massa matahari dengan kombinasi keduanya diperkirakan 6.000 kali lebih bercahaya dari pada matahari. “Penemuan ini memungkinkan kita untuk menyingkirkan skenario penggabungan biner” kata Shlutz dalam jurnal Monthly Notices of the Royal Astronomical Society (MNRAS) edisi terkini.

Dalam penelitiannya, Shlutz menunjukkan kekuatan medan magnet begitu mirip. Namun sumbu magnetik keduanya anti-blok, dengan kutub selatan magnet dari satu bintang menunjuk ke sekitar arah yang sama dengan kutub utara magnet bintang lainnya. Bahkan, ada kemungkinan bahwa keduanya berbagi medan magnet tunggal. Shlutz optimis hal tersebut menjelaskan tentang bagaimana bintang berinteraksi satu sama lain.

Melalui sebuah gambar, Shlutz memvisualisasikan penemuannya. Polaritas bintang menjelaskan permukaan medan magnet - utara atau selatan - yang ditunjukkan dengan warna merah dan biru. Sedangkan garis kuning menunjukkan garis medan magnet berjalan dari permukaan bintang.

Sampai saat ini, asal usul medan magnet masih menjadi misteri. Namun demikian, Shlutz mencoba menjelaskannya dalam dua hipotesis. Hipotesis pertama, medan magnet dihasilkan saat pembentukan bintang. Hipotesis kedua, medan magnet berasal dari dynamo yang yang didorong oleh kekuatan campuran dari material saat bintang yang telah terbentuk bergabung menjadi sistem biner. (Faris Sablar Rusydi)

Tarif Iklan MSI

                      

 

 

BUNDEL MSI

Hotel FAVE

Iklan ICAO

Iklan Wisata

Copyright 2012. Majalah SAINS Indonesia