Makanan Bergizi untuk Balita

Created on Friday, 11 May 2012

Melalui inovasi dengan memadukan beras dan kedelai, tercipta makanan bergizi bagi Balita.

Permasalahan gizi kurang dan gizi buruk pada anak di bawah usia lima tahun (Balita) masih sering dijumpai di wilayah Indonesia. Faktor utama penyebabnya adalah kemiskinan yang menyebabkan akses pangan anak terganggu. Oleh karena itu, penyediaan pangan Balita dengan harga murah menjadi tantangan bagi pemerintah saat ini.


Gizi buruk adalah keadaan kekurangan energi dan protein  tingkat berat akibat kurang mengonsumsi makanan yang bergizi dan atau menderita sakit dalam waktu lama. Itu ditandai dengan status gizi sangat kurus dan/atau hasil pemeriksaan klinis menunjukkan gejala marasmus, kwashiorkor atau marasmik kwashiorkor.


Dewasa ini masih banyak daerah yang memiliki Balita penderita gizi buruk, khususnya daerah yang berada pada garis grafik kemiskinan yang cukup tinggi dan daerah pingiran atau pedalaman yang tidak terjangkau  oleh sosialisasi hidup sehat. Pemerintah sangat mengharapkan masyarakat dapat ikut berperan serta dalam menangani Balita yang mengalami kasus gizi buruk, karena ini bukan saja tugas permerintah, tapi sebagai masyarakat harus ikut peduli terhadap masa depan bangsa ini dan jangan menutup mata telinga.


Di sisi lain, swasembada beras untuk memenuhi kebutuhan pangan selalu dicanangkan pemerintah. Beras sebagai sumber kalori utama cocok dikonsumsi mulai balita sampai orang tua. Pati pada beras sebagai amilosa dengan rantai lurus dan amilopektin dengan rantai bercabang dicerna menjadi glukosa untuk siap diserap tubuh. Amilopektin lebih mudah dicerna dibandingkan amilosa.

Artikel selengkapnya bisa anda baca di Majalah SAINS Indonesia Edisi 04

Copyright 2012. Majalah SAINS Indonesia