Genteng Ringan Tahan Gempa

Created on Wednesday, 06 June 2012

properti-damping

Perumahan sederhana butuh material yang ekonomis, namun berkualitas. Salah satu material yang dibutuhkan oleh sebuah rumah adalah genteng.

Atap rumah dahulu biasa dibuat dari dari tanah liat, namun beberapa wilayah di Indonesia juga menggunakan atap dari bahan kayu ataupun rumbai. Saat ini atap bangunan rumah semakin beragam, mulai dari atap asbes yang murah meriah sampai atap genteng keramik yang terlihat mengkilat.

Berbagai jenis atap tersebut memiliki kekurangan dan kelebihannya masing-masing. Atap asbes lebih murah dari segi harga bahan dan biaya pemasangan. Dengan menggunakan atap asbes kayu rangka yang digunakan lebih sedikit karena atap asbes cenderung lebih lebar dibanding atap dari genteng. Tetapi atap asbes cenderung lebih panas karena pori-porinya yang lebih kecil dan tidak menetralisir panas. Bahkan, abu pada asbes cenderung berbahaya bagi kesehatan.

Atap genteng yang biasa yang terbuat dari tanah liat lebih mahal dalam hal biaya dan pemasangan dari pada atap asbes dan metal. Tetapi atap genteng lebih sejuk karena pori-pori dalam genteng dan tidak mudah terbang ketika terkena angin kencang.

Namun, bagi Anda yang tinggal di daerah rawan gempa, perlu hati-hati memilih genteng yang ingin digunakan. Di sini ada pilihan yang bisa dipertimbangkan, yakni genteng komposit. Genteng komposit yang terbuat dari kayu dan plastik bisa menjadi solusi bagi daerah rawan gempa karena ringan.

Cara membuatnya juga mudah. Plastik sisa yang dipotong-potong kecil dicampur dengan serbuk kayu sisa gergajian dapat dimanfaatkan untuk membuat genteng. Campuran diletakkan pada cetakan genteng untuk kemudian di press panas. Hasil proses ini berupa genteng yang ringan, tahan air, dan mudah dalam pemasangannya. Karena ringan inilah maka genteng komposit juga baik digunakan di daerah rawan gempa.

Artikel selengkapnya bisa anda baca di Majalah SAINS Indonesia Edisi 06

Copyright 2012. Majalah SAINS Indonesia