Sorgum Siap Gantikan Gandum Impor

Created on Friday, 02 November 2012
artikel-ketahana-pangan Sudah saatnya Indonesia mengatasi ketergantungan impor gandum dengan menanam sorgum di lahan tandus yang sangat luas.

Jika dapat diwujudkan, akan membuka lapangan kerja dan sekaligus menghemat devisa.
Kebutuhan pangan rakyat Indonesia terhadap produk pangan olahan berbasis gandum masih sangat tinggi, sedangkan kebutuhan gandum nasional hanya dipenuhi dari impor.

Pada 2010, impor gandum menembus angka hingga 5,85 juta ton (senilai Rp 25 triliun) atau setara dengan konsumsi terigu 4,3 juta ton, dan diperkirakan konsumsi gandum nasional naik 6 persen per tahun. Dari jumlah tersebut, konsumsi terigu untuk pembuatan mi (noodle) 60 persen, cookies/snack 10 persen, bakery cake 20 persen, dan 10 persen untuk penggunaan rumah tangga.

Fakta itu sungguh memprihatinkan. Bagaimana tidak? Indonesia yang begitu luas wilayah daratannya, masih mengimpor gandum senilai Rp 25 triliun setiap tahunnya. Jika itu bisa dipenuhi dari produk dalam negeri, tentunya akan dapat membuka lapangan kerja yang sangat banyak dan menghemat devisa yang tidak sedikit.

Dalam Rapat Koordinasi Terbatas Bidang Pangan dan Pertanian di Kantor Pusat Kementerian Pertanian, pada Agustus lalu, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengatakan Indonesia harus mandiri dalam bidang pangan.

“Kemandirian pangan itu sangat penting, untuk itu kebijakan pangan Indonesia jelas untuk mewujudkan kemandirian pangan dan setelah dicek memang sampai saat ini ternyata masih ada yang impor tetapi juga ada yang sudah ekspor,” kata Presiden.

Artikel selengkapnya bisa anda baca di Majalah SAINS Indonesia Edisi 11

Copyright 2012. Majalah SAINS Indonesia