Articles

Akankah Indonesia Produksi Super Tucano?

Created on Friday, 28 December 2012

hankam-1 Pemerintah seyogianya mendukung upaya alih teknologi pembuatan pesawat Super Tucano, walau dengan syarat harus membeli 32 pesawat. Dengan kemampuan memproduksi sendiri Super Tucano akan menberi nilai tambah yang sangat besar di masa mendatang.

Pada awal September 2012, prajurit TNI AU mendapat kado istimewa. Siang itu, empat pesawat tempur taktis Super Tucano mendarat dengan mulus di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta. Ya, empat pesawat buatan Brasil itu memperkuat jajaran TNI AU, yakni Skuadron Udara 21 Lanud Abdulrahman Saleh, Malang.


Kedatangan empat pesawat dengan nomor ekor TT-3101, TT-3102, TT 3103 dan TT 3104 itu diterbangkan langsung dari pabrik pesawat terbang Empresa Braziliera de Aeronautica (Embraer), di San Jose dos Campos, Brasil, pada 20 Agustus 2012. Embraer adalah produsen pesawat komersial terbesar ketiga di dunia, di belakang Boeing dan Airbus.


Tim penerbang dipimpin Kapten Pilot Carlos Alberto beserta tujuh pilot lainnya. Sebenarnya, pesawat hanya membutuhkan penerbangan selama 54 jam 35 menit untuk sampai ke Indonesia. Namun, karena harus singgah di beberapa negara, dibutuhkan waktu hingga 14 hari.


Sebelum tiba di Jakarta, pesawat itu melintasi sejumlah negara. Dimulai dari Brasil, Cape Verde, Spanyol, Maroko, Italia, Yunani, Mesir, Qatar, Oman, India, Thailand, dan masuk Indonesia dengan mendarat di Medan, 31 Agustus. Setelah menginap semalam, pada 1 September, terbang dan mendarat di Jakarta dan selanjutnya terbang menuju Lanud Abdulrahman Saleh, pada 2 September 2012.


Persenjatan Super Tucano berupa roket dan bom akan diproduksi di Indonesia. Pesawat itu akan mengandalkan persenjataan dari dalam negeri. Hanya misil andalan pesawat itu, yakni MAA-1 Piranha, didatangkan dari luar karena industri pertahanan dalam negeri belum mampu membuatnya.

Artikel selengkapnya bisa anda baca di Majalah SAINS Indonesia Edisi 13

Copyright 2012. Majalah SAINS Indonesia