Distalator, Ubah Limbah Plastik Jadi BBM

Created on Thursday, 28 March 2013

28.-energi Proses distilasi ini dapat dijadikan unit usaha baru, baik perseorangan, kelompok, bahkan nasional. Hasil minyak dari distilasi ini dapat mengurangi ketergantungan pada BBM

Sampah/limbah plastik kini dapat didaur ulang menjadi Bahan Bakar Minyak (BBM) dengan menggunakan alat distalator. Terbukti minyak yang dihasilkan dapat digunakan sebagai bahan bakar kendaraan/mesin disel, kompor sumbu, lampu petromak nelayan, dan masih banyak kegunaan lainnya yang berkenaan dengan BBM. Tidak itu saja kelebihannya, dari segi harga, jauh lebih murah dari bahan bakar yang ada di pasaran saat ini.

Distalator yang sangat inovatif ini merupakan karya Ir. Suparmin Sinuang Raharjo, warga Merapi Raya, Perumahan Kalibagor Indah, Blok A No. 3, Kalibagor, Kabupaten Banyumas, Provinsi Jawa Tengah. “Alat distalator ini berbentuk tabung dan dilengkapi pipa-pipa termodifikasi,” kata Sinuang kepada Majalah Sains Indonesia, baru-baru ini.

Lebih rinci, Sinuang menjelaskan spesifikasi alat yang digunakan, yakni tabung terbuat dari bahan pelat eser atau stainlistil  dengan ketebalan antara 40 mm sampai 50 mm. Pada bagian atas cembung setengah lingkaran dan bagian bawah tabung cekung setengah lingkaran.

Pada bagian pipa lengkung bagian atas, tambah Sinuang, memiliki sudut 60OC. Pada jarak dari as atas tabung terdapat pipa pengaman sekaligus sebagai masuknya udara proses ditalasi. Terdapat pipa keluaran BBM yang langsung disangga oleh pipa pemanas menempel pada dinding tabung yang terhubung pada bagian bawah tabung/pusat api.

“Pembakaran masih menggunakan sampah/limbah dari merang/sekam padi, gergajian kayu/kayu-kayu bekas. Tungku tradisional memanfaatkan limbah yang ada di sekitar kami. Tabung distalator ini hanya dikhususkan mendaur ulang sampah/limbah plastik menjadi BBM. Kapasitas tabung distalator bervariasi, disesuaikan dengan kebutuhan daya olah sampah/limbah plastik yang jadi kebutuhan,” kata Sinuang.

Artikel selengkapnya bisa anda baca di Majalah SAINS Indonesia Edisi 16

Copyright 2012. Majalah SAINS Indonesia