Cara Australia Beternak Sapi Patut Ditiru

Created on Saturday, 03 August 2013
 
Peternak sapi Indonesia perlu belajar ke Australia. Pasalnya, kesuksesan Negeri Kangguru itu kini telah berhasil mengekspor sapi hingga ke lebih dari 100 negara

 

Harga daging sapi di Indonesia berhasil pecahkan rekor tertinggi di dunia. Ya…., dengan kisaran harga saat ini sekitar Rp 90.000 per kg, memang itu tertinggi di dunia. Apalagi masih segar dalam ingatan kita semua, bagaimana harga daging sapi harganya melonjak hingga lebih Rp 100 ribu per kilogram, bahkan sempat menyentuh Rp 120.000 per kg. Sungguh luar biasa.

Mestinya dengan tingginya harga tersebut akan membuat peternak sapi di Tanah Air senang, namun nyatanya kebanyakan daging sapi dinikmati oleh peternak luar negeri karena banyaknya Indonesia masih mengimpor daging sapi. Sungguh ironis fakta tersebut. Adakah yang salah dalam manajemen penataan peternakan di Indonesia? 
Gambaran singkat di atas menunjukkan bahwa cara beternak yang dilakukan rakyat Indonesia belum bisa kompetitif. Dibutuhkan sentuhan inovasi dan teknologi agar ke depan sapi hasil peternak kita bisa menyamai apa yang dilakukan di negara pengekspor sapi. Nah…, untuk itu tidak ada salahnya kalau kita belajar dari negara tetangga Australia. 

Paling tidak, langkah tersebut, sudah menjadi keputusan pemerintah dan kini sedang dalam proses untuk diwujudkan. Seperti yang disampaikan Menteri Negara Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan, yang sudah menugaskan perusahaan BUMN untuk membuka peternakan di Australia.
Konsep yang akan dilakukan, perusahaan BUMN tersebut akan membuka peternakan di Australia untuk menyediakan anak sapi. Lalu, anak sapi tersebut akan digemukkan di Indoensia. “Kalau untuk breeding, di Australia bagus. Namun, kalau untuk penggemukan sapi, di Indonesia lebih bagus. Jadi di Australia itu hanya breeding, nanti penggemukannya tetap di Indonesia,” terangnya.

Menurut dia, menganakan sapi di Indonesia itu biayanya Rp 9 juta per anak sapi, di Australia cuma Rp 2,5 juta. Sehingga ada pemikiran BUMN beli peternakan sapi di Australia khusus untuk menganakan saja. Setelah anaknya besar, dibawa ke Indonesia digemukkan di Indonesia, boleh oleh BUMN, petani atau peternak. Ini yang terbaik,” ujar Dahlan di Jakarta, baru-baru ini.

 

Artikel selengkapnya bisa anda baca di Majalah SAINS Indonesia Edisi 20

Copyright 2012. Majalah SAINS Indonesia