Menunggu Kapal Selam Buatan Indonesia

Created on Tuesday, 08 May 2012

Indonesia pernah membuat kapal selam mini. Walaupun usaha yang telah dirintis itu tak berkelanjutan, namun kita berhasil memproduksi torpedo, senjata pamungkas kapal selam.

Judul:
Kapal Selam Indonesia
Penulis:
Indroyono Soesilo dan Budiman
Penerbit:
PT Sarana Komunikasi Utama
Cetakan I:
Januari 2008
Tebal:
viii + 216 halaman

dalam waktu yang tidak lama lagi para teknisi Indonesia, khususnya dari PT PAL akan mampu membuat kapal selam canggih, lebih canggih dari kapal selam yang kini dimiliki Indonesia. Saat ini TNI AL mengoperasikan dua kapal selam jenis 209-Class yang dibuat di galangan kapal Howaldtswerke Deutsche Werft, Kiel, Jerman Barat, yakni KRI Cakra dan KRI Nanggala.


Kepastian tersebut ditandai dengan ditandatanganinya kontrak  pengadaan tiga kapal selam antara Kementerian Pertahanan (Kemhan) dan perusahaan galangan kapal asal Korea Selatan (Korsel), Daewoo Shipbuilding Marine Enginering (DSME). Kontrak ditandatangani Kepala Badan Sarana Pertahanan Kemhan Mayjen TNI Ediwan Prabowo dan Direktur Utama & CEO DSME, Sang-Tae Nam, di Kantor Kemham.


Dua dari tiga kapal selam yang dibeli Indonesia akan dibuat di Korsel. Pembuatan kapal selam pertama berlangsung dalam kurun 36 bulan. Selama itu pula teknisi dari Indonesia akan memperhatikan dengan saksama cara mereka merakit hingga selesai. Pada pembuatan kapal selam kedua, barulah para teknisi Indonesia ikut terlibat, namun masih akan dibantu pihak Korsel. Pembuatan kapal selam ketiga, pengerjaan sepenuhnya dilakukan teknisi Indonesia. Pembuatan kapal selam ketiga akan dilakukan di galangan PT PAL di Surabaya dan teknisi DSME akan mengawasi pembuatannya. Diperkirakan bisa selesai sekitar 2019.


Berawal dari kondisi tersebut, buku ini dicoba kembali ditampilkan di sini untuk melihat sekilas perkembangan kapal selam di Indonesia dan perjuangan para anak buah kapalnya mengawaki kapal selam tersebut.  Suka duka mewarnai kisah para awak kapal selam di Indonesia selama ini.


Satu hal yang perlu disadari bahwa para awak kapal selam adalah para prajurit pilihan TNI AL. Kualifikasi untuk bisa bergabung dengan Korps Hiu Kencana ini sangat berat. Berbagai tes dan ujian harus berhasil dilewati, mulai dari tes umum maupun tes khusus. Dan Tes khusus inilah yang membedakan awak kapal selam dengan personil tempur lainnya. Jadi jangan heran hanya 30 persen peserta ujian yang lulus.

Artikel selengkapnya bisa anda baca di Majalah SAINS Indonesia Edisi 03

Copyright 2012. Majalah SAINS Indonesia